Gaya Politik PPP Di Pilkada Banten Terlihat Aneh


ppp

SIKAP politik PPP agak aneh. Pernah siap dukung Rano Karno. Lalu tiba-tiba cabut dan mau bikin koalisi baru. Kini balik lagi siap dukung Rano. Harusnya hari ini deklarasi di Serang tapi gagal digelar. Bagaimana ceritanya?

Katanya, deklarasi yang urung dihelat itu deklarasi koalisi tanpa syarat. Ikhlas ridha dukung Rano. Internal PPP menyebut gagalnya hanya persoalan teknis. Namun disinyalir batalnya deklarasi tersebut lantaran masih ada masalah fundamental terkait koalisi ini.

Dibanding partai politik lain, PPP memang sering bermanuver pada pilgub Banten ini. Setelah zig zag politik tanpa ujung kepastian, kini kembali dukung Rano. Berhembus Kabar, PPP tidak lagi ngotot mengusung kader internalnya sebagai Banten 2 mendampingi Rano.

Namun, gagalnya deklarasi koalisi PPP dan PDIP menimbulkan sejumlah tanda tanya. Apakah PPP serius koalisi dengan PDIP? Apakah PPP masih ada tawar-menawar agar dapat posisi? Katanya mau deklarasi koalisi tanpa syarat?
Maklum, sepak terjang PPP yang kerap bermanuver di pilgub Banten membuat kalangan tidak yakin dengan niat tulus PPP berkoalisi dengan PDIP. Apalagi, jawaban alasan teknis yang dikemukakan petinggi PPP Banten tidak mampu memuaskan pertanyaan tersebut.

Ada beberapa poin yang mungkin menjadi jawaban atas batalnya deklarasi. Pertama, kedua partai masih belum sepakat soal poin-poin koalisi. Seperti sudah dimafhumi, ada ungkapan “tidak ada makan siang gratis”.

Nah, meskipun PPP sudah sepakat dengan tidak mengajukan Banten 2 untuk Rano, namun poin lainnya ada yang belum disepakati oleh kedua partai ini. Poin ini yang tahu hanyalah PPP dan PDIP tentunya. Karena pasti sangat rahasia.

Kedua, baik PDIP dan PPP masih melihat gerakan Nasdem dan Gerindra yang sejauh ini belum juga menentukan arah koalisi. Gerindra yang sudah oke bergabung dengan PDIP, nyatanya rencana tersebut masih mengambang gara-gara calon Banten 2 yang diusulkan Gerindra tidak direstui oleh sejumlah elite PDIP.

Gerindra pun sudah punya ancang-ancang bergabung dengan koalisi gemuk Wahidin-Andika atau membuat koalisi baru. PPP dan PDIP masih ingin melihat sejauh mana partai-partai singel itu berlabuh. Jika mereka tidak bisa diajak bergabung, maka PDIP dan PPP harus menyiapkan jurus-jurus pamungkas agar tidak babak belur dikeroyok oleh koalisi gemuk nanti.

Ketiga, ibarat jodoh tak akan lari gunung meskipun dikejar. PPP ini ibarat cewek cantik malu-malu kucing. Sebenarnya PPP sudah mau dengan PDIP meskipun maharnya: keikhlasan alias tidak mengajukan calon Banten 2.

Apalagi, antara Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy dan Rano Karno sudah bertemu dan menjalin kesepakatan awal akan berkoalisi. Sederhananya, apapun manuver yang dilakukan PPP, ujung-ujungnya akan tetap jatuh di pelukan PDIP. Kita tunggu saja. [Tim Rakyat Merdeka Group]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s