Benarkah ..? Ekonomi Banten Diperkirakan Membaik


Bisnis.com, TANGERANG—Sejumlah kalangan mensinyalir pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada tahun ini masih berada pada level ‘perbaikan’ akibat perlambatan kondisi ekonomi global.

Hal tersebut terlihat pada proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang dilansir oleh IMF dan World Bank bahwa ekonomi global bakal menunjukkan stagnansi atau pertumbuhan yang sama pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Sama dengan kondisi global, dari lima negara mitra utama Banten, hanya Asean yang diproyeksikan oleh IMF mengalami stagnansi, sedangkan sisanya mengalami perlambatan. Adapun, World Bank memperkirakan stagnansi hanya dialami oleh Asean dan Eropa, dan sisanya melambat,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno, mengutip publikasi resminya, Minggu (4/9).

Penurunan ini setidaknya sudah terlihat pada kinerja ekspor Banten sepanjang Januari-Juni 2016 senilai US$4,56 miliar atau turun 4,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kendati demikian, kinerja ekspor impor Banten masih mencatatkan surplus mencapai US$442 juta.

Meskipun sumbangsih ekspor diperkirakan bergerak terbatas akibat kinerja perekonomian sejumlah mitra utama Banten mengalami stagnansi, peluang perbaikan dinilainya masih ada yang didorong beberapa faktor.

Adapun faktor perbaikan ekonomi akan ditunjang oleh peningkatan daya beli masyarakat, terutama akibat diteritama tunjangan ke-13 bagi PNS, TNI, dan Polri pada Juli 2016, serta bonus dan jasa produksi pada Desember 2016. Meningkatnya pendapatan masyarakat bakal diimbangi dengan rendahnya laju inflasi di Banten yang diproyeksikan di level 3%-4% hingga akhir tahun ini

Tak hanya itu, upah buruh konstruksi dan belanja pegawai diperkirakan meningkat seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur di kawasan ini.

“Implementasi BI seven days reverse repo rate dan sejumlah pelonggaran di sisi perbankan juga bakal mendorong penyaluran kredit sehingga berdampak pada pertumbuhan investasi swasta,” tuturnya.

Optimisme tersebut diamini oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Banten Budiharto Setyawan yang tetap mempertahankan proyeksi kinerja penyaluran pembiayaan perbankan di kawasan ini tumbuh di kisaran 12%-14% pada tahun ini.

Dia mengungkapkan performa kredit di Provinsi Banten diprediksi bergerak agresif karena ditopang oleh kredit modal kerja dari tiga sektor unggulan yakni properti, konstruksi, dan transportasi.

“Dari sisi makroprudensial, kebijakan Loan to Value memang diarahkan untuk memacu industri properti. Sektor ini juga memiliki multiplier effect ke sektor lainnya, misalnya konstruksi, dan transportasi,” tekannya.

Perbaikan di sektor riil diharapkan mampu mendongkrak kinerja dana pihak ketiga (DPK) di Banten konsisten menunjukkan tren penurunan sejak kuartal II/2014 yakni tumbuh 13,6% dan terus merosot menjadi tumbuh 12,1% pada kuartal II/2015 dan 11,58% pada kuartal II/2016.

Adapun porsi DPK terbanyak masih didominasi oleh produk simpanan berjangka senilai Rp58,29 triliun, diikuti dengan tabungan Rp53,33 triliun, dan giro Rp32,55 triliun pada kuartal II/2016.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s