15 Tahun Banten Tidak Maju karena Dipimpin Lu Lagi Lu Lagi


ruki

Pandeglang, HanTer – Tokoh masyarakat Banten yang juga mantan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki mengatakan belum ada perubahan siginifikan yang membuat masyarakat lebih sejahtera setelah 15 tahun Banten menjadi provinsi sendiri.

“Saya menilai selama 15 tahun Banten jadi provinsi, cuman namanya doang jadi provinsi kalau kondisi masyarakatnya tidak berubah. Padahal kami dan seluruh tokoh masyarakat Banten berkumpul, untuk mendirikan Provinsi Banten tujuannya adalah menyejahterakan masyarakat Banten,” kata salah satu pendiri Tokoh Pendiri Provinsi Banten di Carita Pandeglang, Rabu (7/9/2016).

Ruki berada di Carita Pandeglang dalam rangka penyerahan bantuan Al-quran bagi masyarakat korban banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saya menilai para gubernur bupati dan walikota selama 15 tahun ini kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah,” katanya.

Untuk itu, ia berharap calon Gubernur Banten dalam Pilkada 2017 adalah sosok yang bisa berbuat lebih dan berbuat lain untuk kesejahteraan masyarakat jika nanti terpilih menjadi gubernur.

“Apakah para calon yang akan tampil di Pilgub Banten ini akan mampu berbuat lebih dan berbuat lain. Kalau engak bisa, ya berarti lu lagi-lu lagi, kita mesti menunggu lima tahun yang akan datang,” kata Ruki.

Ia mengatakan, hingga saat ini, belum melihat calon Gubernur Banten yang muncul, mumpuni dalam menyejahterakan provinsi tersebut.

“Saya sih melihat calon yang ada, masih lu lagi-lu lagi. Apakah mereka bisa berbuat lebih baik dari saat dia memimpin dulu, wallahualam,” katanya dikutip Antara.

Namun demikian, ia berharap hasil Pilkada Banten 2017 nanti, akan menghasilkan kepemimpinan yang mampu mendorong Banten ke arah yang lebih baik.

Ia mengatakan, hal yang paling penting perlu diperhatikan pemerintah Provinsi Banten adalah lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran.

Jika masyarakat Banten lebih menitikberatkan pada sektor pertanian, maka segala infrastruktur yang menunjang pada pertanian itu harus lebih baik.

“Kalau mau ke industri, maka masyarakatnya harus disiapkan, perbanyak tempat-tempat vokasional training,” katanya.
 

(Anugrah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s