Diposkan pada Derah, News, Pendidikan

FPI Protes Seragam Paskibra yang Dinilai Bermotif Salib, Dispora Banten Minta Maaf


SERAGAM PASKIBRA SALIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ormas Front Pembela Islam (FPI) mempermasalahkan seragam Pasukan Pengibar Bendera Banten yang dinilai bermotif salib.

Kabar tersebut disampaikan melalui akun resmi Twitter milik @DPP_FPI setelah beredar foto Paskibra mengenakan seragam yang dinilai meresahkan itu.

Atas hal tersebut, FPI Kota Serang mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten.

Di kantor tersebut, salah seorang pengurus FPI Serangan melakukan penyobekan kain putih yang melintang secara vertikal di seragam Paskibra Banten tersebut

Dalam kesempatan itu, pihak Dispora pun meminta maaf dan bersumpah bahwa hal itu tidak disengaja.

Berikut kicauan lengkap FPI yang diunggah pada Selasa 23 Agustus 2016 seperti yang dirangkum TRIBUNNEWS.COM:
1. Bismillah…Atas berbagai laporan warga, FPI Kota Serang hari ini (23/8) selidiki kontum Paskibraka motif Salib.

Iklan
Diposkan pada Pendidikan, Uncategorized

IAIN Sultan Maulana Hasanuddin


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin

logoiainsmh
logoiainsmh

laptop

Institut Agama Islam Negeri IAIN Sultan Maulana Hasanuddin atau IAIN Sultan Maulana Hasanuddin adalah Perguruan Tinggi Islam Negeri yang berada di provinsi Banten. IAIN Banten diberi nama Sultan Maulana Hasanuddin merupakan seorang pendiri Kesultanan Banten.

Sejarah IAIN SMH Banten

Kampus IAIN SMH BANTEN
Kampus IAIN SMH BANTEN

Sejarah berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanuddin” (SMH) Banten mereflesikan semangat perjuangan ummat Islam Banten yang dimulai sejak tahun 1961 ketika pertama kali Universitas Maulana Yusuf dibuka sampai dengan diresmikannya IAIN “SMH” Banten pada tahun 2004.

Fakultas Syari’ah Maulana Yusuf (1961-1962) IAIN “SMH” Banten berasal dari Fakultas Syari’ah “Maulana Yusuf” yang didirikan oleh masyarakat Banten bersama Korem 064 Maulana Yusuf. Operasi Bhakti Korem 064 yang sedang melaksanakan pembangunan di wilayah Banten berniat mendirikan Universitas Maulana Yusuf. KH. Ali Misri seorang ulama dan sesepuh masyarakat Banten diminta untuk melakukan survey ke IAIN Yogyakarta. Untuk menjadi cikal bakal Universitas Maulana Yusuf diputuskan untuk terlebih dahulu mendirikan Fakultas Syari’ah yang diberi nama “Fakultas Syari’ah Islam Maulana Yusuf”.

Maksud dan tujuan didirikannya Fakultas tersebut adalah :

  1. Sebagai sarana untuk pembentukan pendidikan dan pengajaran tingkat tinggi dalam bidang agama dan hukum Islam serta ilmu pengetahuan umum;
  2. Merealisasikan aspirasi masyarakat Banten agar perguruan tinggi tersebut dapat memberikan pendidikan dan pengajaran kepada sebagian masyarakat yang kurang mampu;
  3. Menampung, menyalurkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan agama Islam di daerah Banten yang memiliki basis madrasah dan pondok pesantren yang banyak sebagai sumber masukan (input);
  4. Mencetak sarjana agama Islam yang dipersiapkan untuk menjadi pengajar di sekolah-sekolah menengah di dalam dan di luar ruang lingkup Departemen Agama, pegawai-pegawai di kedutaan negara-negara Islam dan non Islam, Pusroh ABRI (TNI) dalam lingkungan Hankam, konsultan di Pengadilan Negeri dan Kejaksaan, hakim di Pengadilan Agama dan institusi-institusi pemerintah dan swasta;
  5. Melahirkan sarjana Islam yang bukan hanya ahli dalam bidang agama dan hukum Islam, tetapi juga ahli di bidang hukum positif yang berlaku di negara Republik Indonesia.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan rencana tersebut dibentuklah panitia pendiri Fakultas Syari’ah Islam Maulana Yusuf, yang diketuai oleh R. Muh. Nur Atmadibrata (Residen Banten waktu itu). Pembentukan panitia ini didasarkan pada surat Keputusan Koordinator Pelaksana Kuasa Perang Rem Banten nomor : Kpts. 20/KPKP/5/1961 tanggal 1 Juni 1961.

Pada tanggal 16 Oktober 1961 mulai dibuka perkuliahan baru dengan kelas “persiapan” (Propaedeuse) bertempat di sebuah bangunan gedung sementara yaitu gedung kantor PSII di Kedalingan Serang.

Selanjutnya dibuatlah program kerja panitia baik yang menyangkut kegiatan akademik maupun pembangunan sarana fisik yaitu gedung kampus dan perlengkapannya. Pelaksanaan pembangunan gedung kampus ini sepenuhnya ditangani oleh segenap unsur pemerintah daerah bersama segenap lapisan masyarakat, yang didukung sepenuhnya oleh seluruh jajaran Kodam VI Siliwangi C.q Korem Banten. Pengumpulan dana dalam rangka pembangunan gedung itu, panitia meminta partisipasi masyarakat dalam bentuk pengumpulan buah kelapa. Setiap pohon kelapa yang dimiliki oleh masyarakat diminta sekurang-kurangnya satu butir. Dari hasil pengumpulan tersebut ternyata besar sekali partisipasi masyarakat sehingga nampak butiran kelapa menggunung di lahan yang hendak dijadikan lokasi pembangunan kampus.

Pembangunan gedung kampus Fakultas Syari’ah Islam Maulana Yusuf yang berlokasi di jalan Jenderal Sudirman no 30 Serang (dulu jalan Jenderal A. Yani) dimulai tanggal 17 Agustus 1961 dan selesai tanggal 13 Agustus 1962. Pada tanggal 13 Agustus 1962 gedung Kampus Universitas Maulana Yusuf diserahterimakan dari Pangdam VI Siliwangi Brigjen Ibrahim Adji kepada Residen Banten R. Muh. Nur Atmadibrata sebagai wakil dari seluruh masyarakat Banten.

otomotif

Setelah gedung kampus diserahkan, maka perkuliahan yang tadinya dilaksanakan di gedung kantor PSII Kedalingan dipindahkan ke gedung baru di jalan Jendral Sudirman no. 30 Serang

Untuk melengkapi Universitas Maulana Yusuf selanjutnya dibuka pula Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Sosial Politik serta Akademi Teknik Maulana Yusuf di Cilegon. Fakultas Syari’ah yang telah dinegerikan itu terlepas dari Universitas Maulana Yusuf dan berada di bawah koordinasi Departemen Agama yang dalam hal ini Institut Agama Islam Negeri “Al Jamiah Al Islamiyah Al Hukumiyah” Sunan Kali Djaga Jogjakarta .

Lanjutkan membaca “IAIN Sultan Maulana Hasanuddin”

Diposkan pada Pendidikan

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Lambang Untirta

untirta banten
untirta banten

Moto                        : Maju, Bermutu, dan Berkarakter dalam                                                  Kebersamaan

Didirikan                 :1 Oktober 1981 sebagai Perguruan Tinggi                                                Swasta danberubah menjadi Perguruan Tinggi                                        Negeri pada 19 Maret 2001

Jenis                         :Perguruan tinggi negeri

Rektor                      :Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M.Pd.

Staf akademik         : 442 (2009)

Jumlah mahasiswa : 12.320 (2009)

Lokasi                       :Serang, Cilegon dan Ciwaru, Banten, Indonesia

Warna                       : Marun

Julukan                     : Kampus Peradaban

Situs web                  : www.untirta.ac.id

 

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa disingkat Untirta, adalah PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang terdapat di Provinsi Banten, Indonesia. Dengan kampus utama di Serang, kampus Fakultas Teknik yang berada di Cilegon dan Fakultas Keguruan yang berada di Ciwaru. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang berada di Provinsi Banten. Universitas ini didirikan oleh orang-orang yang memiliki keinginan untuk memajukan dunia pendidikan di Banten. Selaku Perguruan tinggi, mahasiswa dan dosen juga akan melakukan penelitian-penelitian yang mengarah ke berbagai bidang untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depannya.

Lanjutkan membaca “Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten”