Diposkan pada STORY, Wisata

Sepenggal Cerita Ditahun Baru 2018, Bersama KHEJO NGEBOUL


 

Hari senin tanggal satu saya bersama iim, herman, Aji, dan Komunitas unik KHEJO NGEBOUL mengadakan acara BACAKAN di Pantai Batu Saung Anyer.  Mungkin teman-teman pembaca mepertanyakan Apa sih KHEJO NGEBOUL ?…

Kejho sendiri dalam bahasa indonesia nya Nasi, dan Negboul itu Berasap. jadi kejho ngeboul itu nasi yang masih panas…HEHHE memang aneh-aneh aja yahh nama komunitasnya. Tapi ternyata Komunitas ini berawal dari Sekumpulan anak muda ciakar/ciomas sering melakukan Bacakan atau makan bareng di atas daun. Memang budaya bacakan ini sudah menjadi hal yang tidak aneh untuk orang-orang sunda seperti di ciomas pada umumnya sangat suka untuk melakukan bacakan biasanya sering dilakukan pada saat acara reunian, mengisi liburan, atau merayakan suatu keberhasilan dll. memang dengan kegiatan tersebut bisa mendekatkan hubungan satu sama lain….banyak faedahnya ya….

Apakah sobat ciomasblog juga udah pernah melakukan kegiatan ini,…kalau belum admin mengajak ayooo !!!! sering-seringlah melakukan kegiatan ini karena sangat menyenangkan, dan membuat kita semakin dekat dengan teman-teman kita.

Iklan
Diposkan pada Derah, News, STORY, Wisata

Perayaan Maulid Nabi di Kampungku-Budaya membuat Panjang yang unik


Pada hari sabtu tanggal 13 Rabiul Awal 1439 H/02 November 2017 telah diperingatinya maulid nabi muhammad SAW di kampung Cipicung Desa Cisitu Kec. Ciomas yang merupakan tempat lahirku. acara peringatan hari besar islam  tersebut dihadiri oleh para sesepuh, ulama, tokoh masyarakat dan undangan dari kampung-kampung tetangga. acara tersebut diisi dengan acara keislaman, ada pembacaan kalam ilahi, siraman rohani dsb.

Satu hal unik adalah adanya budaya dimana setiap rumah membuat sebuah panjang, panjang ini biasa terbuat dari kayu  dan bambu yang dibuat replika mobil, hewan, pesawat, golok dan yang lainnya.

 

panjang tersebut dihias, diisi sembako,  makanan kue, uang lembaran  dan yang lebih unik dihias juga dengan bunga telor (yaitu telur rebus yang dihias

menggunakan sipon/kertas berwarna), sehingga membuatnya terlihat cantik dan menarik.panjang tersebut diarak dengan diiringi musik rebana, kalau biasa orang sini sebut band kepel.

 

Acara ini adalah bukti kecintaan warga cipicung/ciomas terhadap baginda kita Nabi Besar Muhammad SAW.

 

 

Diposkan pada News, Sejarah dan Kebudayaan, Wisata

Mengerikan Tapi menarik Melihat Atraksi Debus Khas Banten


atraksidebus

Tanjung Lesung – Selain pantainya yang cantik, liburan ke Banten bisa menikmati atraksi wisata yang bernuansa budaya. Apalagi kalau bukan seni debus yang ngeri-ngeri sedap!

Banten dikenal dengan beragam sebutan, satu yang paling bikin merinding adalah sebutan Banten sebagai Tanahnya Para Pendekar. Setiap menyebut orang Banten, pasti yang terbayang adalah kesaktian yang dia miliki.

Bukan tanpa sebab,seni beladiri maupun debus memang dilestarikan secara turun temurun dari para jawara Banten. Dihimpun detikTravel, Kamis (1/9/2016), seni debus sudah dianggap mendarah daging bagi masyarakat Banten.

Atraksi debus bisa ditonton di berbagai wilayah di Banten, termasuk di Tanjung Lesung. Meski pada awalnya terkesan mengerikan, tetapi sesungguhnya debus adalah suatu bentuk seni olah tubuh, jiwa dan raga yang bisa membuatnya kebal akan berbagai macam bentuk senjata tajam, hingga api sekalipun.

Itulah sebabnya ketika seni debus ditampilkan, banyak pemainnya yang melakukan aksi-aksi ekstrem yang begitu mengerikan. Dari mulai menusuk perut sendiri dengan tombak atau senjata tajam lainnya, mengiris-iris tubuh dengan golok atau pisau, hingga memakan api.

Seni debus (dok detikNews)

silat
Semuanya dilakukan pemain debus dengan tanpa merasakan apa-apa, sakit pun tidak, seperti sudah kebas atau kebal. Tidak sedikitpun kita akan melihat darah menetes dari para pemain debus. Padahal, jika orang biasa tanpa keterampilan khusus yang mencoba aksi ini, bisa-bisa masuk rumah sakit hingga berminggu-minggu lamanya.

Sejarah kesenian Debus dipercaya sudah ada sejak abad ke-16 di Banten. Dari asal katanya, debus disebut berasal dari jazirah Arab dari kata Dablus yang berarti besi runcing. Debus diperkenalkan di masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin sebagai salah satu cara penyebaran agama Islam.

Meski pada dasarnya, permainan-permainan yang ditampilkan sepanjang pertunjukan debus digelar, sering juga ditampilkan pada upacara tradisi Syaman, alias upacara pemanggilan roh di beragam kebudayaan di dunia. Debus juga dikenal di upacara perayaan Cap Go Meh Singkawang, dengan nama tatung.

Atraksi debus dari Banten (dok detikNews)

Namun di Banten, debus sudah mengalami akulturasi budaya sehingga saat ini dikenal sebagai seni bela diri yang identik dengan ajaran Islam. Bahkan sebelum dimulai, para pemainnya berzikir serta mengucapkan puji-pujian bagi Allah dan Nabi Muhammad SAW, agar acaranya dilancarkan dan tidak mengalami kendala apapun.

Atraksi debus biasanya dipentaskan dengan iringan musik-musik tradisional. Dari mulai mengiris-iris tangan pakai golok, mengupas kelapa pakai gigi, makan kaca dan beling, hingga berjalan di atas api, semuanya dilakukan bergantian.

Pemain debus pun bukan hanya dari kalangan laki-laki saja, wanita pun bisa. Asalkan kuncinya berserah diri pada Allah, dan berpedoman pada Al Quran niscaya akan mendapat perlindungan. Meski sarat akan nuansa mistis, namun sejatinya debus adalah bentuk kebudayaan dari Banten yang wajib dilestarikan

Pemain debus ini cantik-cantik (Randy/detikTravel)
(aff/aff)